Minggu, 25 September 2011


Air mata mengalir dari hati yang berontak terhadap keangkuhan sikap yang tak menghargai ketulusan..

Keindahan akan ketulusan yang dulu terbutakan oleh ego yang besar mekahirkan sebuah penyesalan yang tiada berujung..

Gelap dipenuhi basahnya air di dalam mata.,
 Q pejamkan mata untuk mefredakannya. Tapi tak biusa..

Sirnanya ketuusan yang tak q tahu kapan q dapat menemkannya lagi,
 Redupnya hari tanpa kebodohan2mu yang selalu q nilai dari busuknya hati ini..

Ahh..aku tersendat oleh kenikmatan penyesalan ini lagi,
Q harap engkau disana mengerti betapa aku ingin engkau mengerti ini..

Maaf . . .







06 juli 2011
At 21.39pm