Air mata
mengalir dari hati yang berontak terhadap keangkuhan sikap yang tak menghargai
ketulusan..
Keindahan akan
ketulusan yang dulu terbutakan oleh ego yang besar mekahirkan sebuah penyesalan
yang tiada berujung..
Gelap dipenuhi
basahnya air di dalam mata.,
Q pejamkan mata untuk mefredakannya. Tapi tak
biusa..
Sirnanya
ketuusan yang tak q tahu kapan q dapat menemkannya lagi,
Redupnya hari tanpa kebodohan2mu yang selalu q
nilai dari busuknya hati ini..
Ahh..aku
tersendat oleh kenikmatan penyesalan ini lagi,
Q harap engkau
disana mengerti betapa aku ingin engkau mengerti ini..
Maaf . . .
06 juli 2011
At 21.39pm